Apa yang anda bayangkan ketika mendengar kata luar biasa? Sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang biasa, diluar nalar, lebih dari yang biasa atau yang lain?. Demikianlah memang seharusnya. Namun hal tersebut akan berubah, seiring dengan maraknya beberapa berita kebaikan yang menjadi luar biasa.
Luar biasa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tidak seperti yang biasa; tidak sama dengan yang lain; istimewa. Sedangkan biasa adalah, lazim; umum. Artinya sesuatu yang luar biasa, adalah sesutau yang tak lazim, tak umum, tak seperti biasa dan istimewa.
Maka kata luar biasa, tidak bisa disematkan pada sesuatu yang seharusnya biasa terjadi. Lalu bagaimana kata itu sekarang kerap kita pakai?
Seladi,
Polisi jujur di Malang yang memilih hidup dalam jalan sunyi kejujuran dengan
pekerjaan sambilan menjadi pemulung acap disebut luar biasa. Luar biasa karena
ia memilih hidup seadanya, jujur dan terkesan “miskin”. Alih-alih mengagungkan
kemewahan, Seladi malah mungkin tidak pernah peduli dengan kemewahan tersebut.
Dengan tanpa
mengurangi penghargaan dan penghormatan setinggi-tingginya pada beliau. Tulisan
ini mencoba menelisik bagaimana kehidupan kita “tercemar” dengan berbagai “limbah”
materialisme, hingga ke”biasa”an kita akan kejujuran, kompetisi yang sehat
serta kebaikan seakan terkubur oleh masa.
Kejujuran dan
kebaikan, harusnya menjadi pondasi dasar pelayanan masyarakat, seperti
pekerjaan Pak Seladi, polisi misalnya. Tidak bisa tidak, polisi dan pegawai Negara
lain yang dibayar oleh rakyat melalui uang pajak, harusnya bekerja penuh
kejujuran. Karena pelayanan masyarakat, sebenarnya tidak pernah didapat dengan gratis.
Masalahnya
adalah, jika kita mengakui bahwa kejujuran adalah keluar biasaan, maka kita
seakan menyetujui bahwa ketidak jujuran adalah hal yang biasa terjadi. Menjadi masalah
jika kemudian kita, sebagai warga Negara dan sebagai sebuah bangsa mendiamkan
hal-hal terkait ketidak jujuran tersebut hidup.
Bagaimana bisa
kita memasrahkan kehidupan berbangsa kita pada ketidak jujuran, ketidak adilan
dan ketidak benaran?.






0 komentar:
Posting Komentar
Harap berkomentar demi perbaikan...